Belajar pemrograman tuh nggak sesulit yang kalian bayangin, lho. Nggak seberat belajar bahasa asing yang harus ngafal banyak vocab, dan pastinya nggak sesusah matematika yang isinya ngitung melulu. Pada dasarnya, inti dari pemrograman itu sebenarnya simpel banget karena kalian cuma butuh ngasih instruksi alias nyuruh komputer buat ngelakuin sesuatu yang kalian mau. Selama instruksi yang kita kasih jelas, komputer pasti bisa ngerjainnya dengan baik tanpa banyak protes.
Nah, pertanyaannya sekarang, gimana sih cara ngasih instruksinya? Tentu saja, kita bisa ngasih instruksi ke komputer dengan cara bikin program. Program ini sebenernya nggak lebih dari sekumpulan instruksi yang ditulis pake programming language atau bahasa pemrograman. Sama kayak bahasa manusia pada umumnya, bahasa komputer juga punya aturan mainnya sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa konsep dasar yang harus kita pahamin buat nulis program yang bener.
Konsep-konsep dasar tersebut antara lain:
- Variable dan data type
- Control structure
- Function atau sub program
- Syntax
Yuk, kita bahas satu-satu secara singkat biar kalian makin paham. Buat pembahasan yang lebih detailnya, nanti bakal dikupas tuntas di artikel yang terpisah ya.
Variabel dan Tipe Data
Variable tuh ibarat "tokoh utama" di sebuah program. Menariknya, hampir semua bahasa pemrograman pasti punya konsep yang satu ini. Kalau kalian bingung apa sih variable itu, menurut definisi, variable adalah tempat nyimpen data yang dikasih nama simbolis tertentu. Gampangnya, variable itu cuma sebuah wadah buat nyimpen data supaya nantinya data tersebut bisa kita pake lagi pas dibutuhin.
Di dunia programming, setiap data pasti punya bentuknya masing-masing. Karena bentuknya beda-beda, setiap bentuk itu juga butuh jenis wadah yang beda-beda pula. Nah, bentuk dari data inilah yang biasa kita sebut dengan data type (tipe data). Sebagian besar bahasa pemrograman punya tipe data standar yang mirip-mirip dan udah ada dari sananya (default).
Beberapa contoh tipe data standar yang sering dipake:
integer: Buat nyimpen angka bulat (contoh: 1, 2, 90)float: Buat nyimpen angka desimal (contoh: 2.5, 3.14, 2.71)string: Buat nyimpen huruf atau kata (contoh: "a", "ikan", "Inva si kode")byte: Buat nyimpen data mentah kayak gambar dan teksboolean: Buat nyimpen data logika (trueataufalse)array: Buat nyimpen sekumpulan variable dengan tipe yang sama
Selain tipe data standar tersebut, beberapa bahasa juga ngasih kebebasan buat bikin tipe data sendiri sesuai kebutuhan. Fitur ini biasanya disebut dengan istilah custom data type atau tipe data bentukan.
Struktur Kontrol: Percabangan
Selanjutnya ada percabangan atau branching. Percabangan ini merupakan bagian penting dari control structure yang fungsinya buat ngambil keputusan. Keputusan ini selalu didasarin sama yang namanya boolean condition. Dalam percabangan sendiri, ada dua hal pokok yang nggak bisa dipisahin, yaitu kondisi dan keputusan itu sendiri.
Kalo di dunia nyata, contohnya kira-kira kayak gini:
jika (hari ini hujan) maka (aku akan tidur saja)
└─ kondisi └─ keputusan
Pake percabangan, kita pada dasarnya ngasih tau komputer buat jalanin perintah tertentu kalau syaratnya terpenuhi. Syarat inilah yang kita sebut sebagai boolean condition. Lalu, apaan tuh boolean condition? Seperti yang udah sempet disinggung sebelumnya, boolean itu adalah salah satu tipe data. Tipe ini terbilang spesial banget karena cuma punya dua nilai mutlak, yaitu true (benar) dan false (salah).
Buat dapet kondisi boolean, kita butuh yang namanya boolean expression. Walaupun istilahnya kedengeran rumit, 😅 sebenernya boolean expression itu cuma operasi perbandingan kayak "lebih dari", "kurang dari", sama "sama dengan". Atau selain itu, bisa juga berupa operasi logika kayak AND, OR, dan NOT.
Biasanya, simbol yang dipake di bahasa pemrograman tuh kayak gini:
>: lebih dari<: kurang dari>=: lebih dari atau sama dengan<=: kurang dari atau sama dengan==: sama dengan!=: tidak sama dengan&&atauand: logika AND||atauor: logika OR!ataunot: logika NOT
Umumnya, percabangan ditandai pake kata kunci if, terus diikutin perintah yang bakal dijalanin kalau kondisinya memang true. Sebagai gambaran, coba perhatiin contoh percabangan pake Python berikut ini:
if (nilai >= 94):
print("bagus sekali")
Gampang dibaca kan kodenya? Kalian nggak harus jadi programmer pro kok buat sekadar paham maksud dari baris kode tersebut.
Struktur Kontrol: Perulangan
Konsep berikutnya yang nggak kalah penting adalah perulangan atau looping. Sama kayak percabangan, perulangan ini juga masuk ke dalam kategori control structure. Sesuai dengan namanya, fungsinya adalah buat ngulang-ngulang suatu perintah selama kondisinya masih terpenuhi. Seringkali, kita butuh ngelakuin hal yang repetitif alias berulang-ulang pas lagi bikin program.
Misalnya nih, kalian diminta untuk nyetak angka 1 sampai 5. Memang sih, nulis kodenya bisa diketik manual satu-satu kayak gini:
print(1)
print(2)
print(3)
print(4)
print(5)
Kalo cuma 5 angka doang sih jelas nggak masalah buat diketik. Tapi coba bayangin deh kalo harus nyetak sampe 1000 angka, bisa keriting tuh jari! Oleh karena itu, dengan pake perulangan, kita nggak perlu repot nulis kode yang panjang-panjang. Komputer bakal ngerjain tugas yang berulang-ulang tersebut dengan gampang dan super cepat.
Biasanya perulangan ditandai pake kata kunci for atau while. Coba liat contoh perulangan for di Python berikut ini buat nyetak angka 1 sampe 999:
for number in range(1, 1000):
print(number)
Tuh kan, jauh lebih simpel dan pastinya lebih gampang dibaca.
Fungsi atau Sub Program
Lanjut lagi, ada yang namanya fungsi atau sub program. Fungsi ini merupakan cara paling ampuh buat mecah masalah yang tadinya gede jadi bagian yang kecil-kecil, biar masalahnya lebih gampang diselesain. Di samping itu, fungsi juga bikin kode yang kita tulis bisa dipake berulang kali di berbagai tempat, jadi code kalian bakal lebih rapi dan efisien.
Kalian mungkin pernah denger istilah fungsi pas lagi belajar di pelajaran matematika. Contohnya kira-kira kayak gini nih: $$ f(x)=x^2+x+1 $$ Nah, menariknya, di programming juga konsepnya ternyata mirip banget! Bedanya cuma satu, nilai yang dimasukin ke dalam fungsi pemrograman nggak melulu cuma angka, tapi bisa tipe data apa aja yang udah kita bahas panjang lebar tadi.
Kalo di Python, fungsi matematika di atas tadi bisa ditulis jadi bentuk kayak gini:
def f(x):
return x*x + x + 1
Variable yang ada di dalem kurung fungsi tersebut (kayak huruf x tadi) sering disebut dengan istilah parameter. Dalam praktiknya, sebuah fungsi nggak cuma bisa nerima satu parameter aja. Fungsi bisa menerima banyak parameter, atau bahkan malah nggak butuh parameter sama sekali.
Coba perhatiin contoh lainnya:
def nama_lengkap(nama_depan, nama_belakang):
return nama_depan + " " + nama_belakang
Itu adalah contoh sederhana dari sebuah fungsi dengan dua parameter yang bertugas buat gabungin nama depan dan nama belakang jadi satu nama lengkap. Praktis banget kan penggunaannya?
Sintaks
Terakhir nih, kita bakal bahas tentang sintaks atau syntax. Kalau konsep-konsep sebelumnya tuh secara umum selalu ada di semua bahasa pemrograman, urusan sintaks ini jelas beda cerita. Sama halnya dalam bahasa sehari-hari, sintaks itu ibarat aturan tata bahasa. Karena tiap bahasa manusia pasti beda-beda tata bahasanya, otomatis tiap bahasa pemrograman pun punya aturan sintaks yang unik.
Walaupun begitu, kadang ada juga beberapa bahasa yang punya aturan mirip-mirip. Contohnya kayak c dan c++ yang kalau diibaratkan tuh mirip banget kayak Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu. Biar makin kebayang, coba perhatiin gimana cara nampilin teks "Hello World" pake beberapa bahasa yang beda ini.
Pake C/C++:
#include<stdio.h>
int main(){
printf("Hello World\n");
return 0;
}
Pake Python:
print("Hello World")
Pake Pascal:
program Hello_World;
begin
writeln('Hello World');
end.
Sering kali orang di luar sana mikir kalau "belajar pemrograman" itu berarti harus ngafalin sintaks. Nggak sepenuhnya salah sih, tapi selalu inget ya kalau bahasa pemrograman itu ujung-ujungnya cuma alat buat nyelesain masalah. Jadi, bahasa apa pun yang kalian pake, yang paling penting itu adalah masalahnya bisa beres dengan baik! 💡
Mengingat memang ada buanyak banget bahasa pemrograman yang beredar di luar sana, kalian nggak perlu terlalu ambisius pengen jadi polyglot dan nguasain semuanya sekaligus. Sebaliknya, cukup pelajarin satu bahasa aja dan pahamin konsep-konsep dasarnya sampai bener-bener dalem. Dengan fondasi yang kuat, nanti kalo mau pindah belajar ke bahasa lain pun dijamin bakal jauh lebih gampang dan gampang adaptasi.