Salah satu hambatan paling umum pas kita baru mulai belajar bahasa pemrograman baru adalah memilih IDE atau code editor yang tepat.
Terlebih lagi pas kita berurusan dengan bahasa Java. Kita biasanya dihadapkan sama banyak banget pilihan IDE (Integrated Development Environment) legendaris kayak NetBeans, IntelliJ IDEA, Eclipse, dan kawan-kawannya.
Tapi masalahnya, dalam banyak kasus, penggunaan IDE raksasa ini sering kali bikin laptop kita ngos-ngosanβehem, apalagi kalau spesifikasinya pas-pasan alias spek kentang. π Hal ini disebabkan karena banyaknya proses berat yang berjalan di latar belakang, padahal proses itu belum tentu kita butuhin pas nulis kode sederhana.
Alternatif yang bisa kalian ambil adalah beralih menggunakan code editor. Jika dibandingkan dengan IDE, code editor itu cenderung jauh lebih ramah terhadap kapasitas RAM dan CPU laptop kalian. Soalnya, tugas utamanya emang difokuskan buat mengedit kode saja tanpa bawaan fitur bawaan yang berlebihan.
Dari sekian banyak pilihan di luar sana, salah satu yang paling populer dan dicintai adalah VS Code. Nggak cuma buat Java aja, editor serbaguna ini bisa dipakai buat bahasa pemrograman apa pun, asalkan kalian tahu cara mengonfigurasinya dengan benar.
Nah, pada kesempatan kali ini, kita bakal membahas gimana cara melakukan instalasi dan konfigurasi VS Code biar bisa kita pakai buat ngoding Java dengan lancar dan ceria.
Poin Penting
- Visual Studio Code (VS Code) adalah alternatif editor kode yang jauh lebih ringan dibandingkan IDE Java tradisional seperti NetBeans atau Eclipse.
- JDK (Java Development Kit) merupakan komponen wajib untuk mengompilasi dan menjalankan program Java di komputer kita.
- Microsoft menyediakan distribusi OpenJDK versi installer (.msi) yang sangat praktis dipasang di sistem Windows.
- Dengan memasang 'Extension Pack for Java' di VS Code, kita bisa mendapatkan fitur pelengkapan otomatis dan eksekusi kode satu-klik.
Sekilas Pandang
Sebelum mulai masuk ke tahap instalasi, pastikan laptop atau PC kalian udah terhubung ke internet ya. Soalnya, kita bakal mengunduh beberapa software penting di bawah ini:
- Java Development Kit (JDK) β Mesin utama buat menjalankan Java.
- Visual Studio Code β Editor kode andalan kita.
- Ekstensi Java untuk VS Code β Paket pendukung biar VS Code makin pintar membaca kode Java.
Kalau semuanya udah berhasil terpasang dengan benar, lingkungan kerja kalian bakal lengkap dengan panel penjelajah berkas, editor kode, dan konsol eksekusi yang rapi.
π· Ilustrasi: tampilan antarmuka VS Code yang membuka proyek Java lengkap dengan kode sumber dan terminal hasil eksekusi program.
Yuk, kita mulai langkah pertamanya dengan memasang JDK terlebih dahulu!
1. Instalasi Java Development Kit (JDK)
JDK adalah software utama yang wajib ada buat membuat dan menjalankan aplikasi Java. Di dalam paket JDK ini udah mencakup API, loader, compiler, runtime environment (JRE), dan banyak komponen penting lainnya.
Buat proses instalasi JDK ini, silakan kalian sesuaikan langkahnya dengan sistem operasi yang sedang digunakan saat ini.
Instalasi JDK di Windows
Untuk pengguna Windows, kita bisa memakai distribusi JDK resmi yang disediakan langsung oleh Microsoft.
Proses instalasinya gampang banget kok. Cukup unduh berkas pemasang (installer) lalu pasang sesuai petunjuk seperti aplikasi Windows pada umumnya.
Kalian bisa mengakses halaman unduhannya di situs resmi Microsoft OpenJDK. Pastikan buat mengunduh versi terbaru dengan format installer .msi. Jangan lupa sesuaikan juga dengan arsitektur sistem komputer kalian (biasanya tipe 64-bit).
Catatan: Pas artikel ini ditulis, versi stabil yang direkomendasikan adalah versi
17.0.4.1(LTS).
Kalau berkasnya udah selesai diunduh, langsung buka aja file .msi tersebut dan ikuti langkah instalasinya. Di sini kita pakai konfigurasi standar (default) aja, jadi tinggal klik tombol Next, Next, sampai Finish.
Setelah proses pemasangan selesai, mari kita pastikan kalau JDK udah terdaftar dengan benar di sistem. Buka aplikasi terminal kalian (boleh pakai CMD atau PowerShell), lalu ketikkan perintah di bawah ini dan tekan enter:
java --version
Kalau perintah tersebut menampilkan output keterangan versi OpenJDK seperti di bawah ini, artinya setup JDK kalian udah sukses terinstal:
openjdk 17.0.4.1 2022-08-12 LTS
OpenJDK Runtime Environment Microsoft-40354 (build 17.0.4.1+1-LTS)
OpenJDK 64-Bit Server VM Microsoft-40354 (build 17.0.4.1+1-LTS, mixed mode, sharing)
Tapi kalau perintahnya nggak dikenal, coba matikan dan nyalakan ulang (restart) komputer kalian dulu, lalu jalankan kembali perintah pengecekan tadi.
Jika aman, yuk kita beranjak ke langkah berikutnya yaitu Instalasi VS Code.
Instalasi JDK di Linux
Bagi pengguna Linux, beberapa distribusi (distro) biasanya sudah menyertakan JDK secara bawaan. Kalian bisa memastikannya dengan mengetikkan perintah ini di terminal:
java --version
Kalau informasinya muncul, berarti kalian tinggal melompat langsung ke langkah pemasangan VS Code.
Namun kalau hasilnya menunjukkan perintah nggak ditemukan, berarti kita kudu memasangnya secara manual terlebih dulu.
Untungnya, hampir seluruh distro Linux populer udah menyediakan paket OpenJDK di dalam repositori resmi mereka. Jadi, kalian tinggal menjalankan perintah instalasi di terminal sesuai dengan keluarga distro yang dipakai.
Buat keluarga Debian, Ubuntu, Mint, dan turunannya:
sudo apt update
sudo apt install default-jdk
Buat pengguna Fedora:
sudo dnf install java-11-openjdk
Buat pengguna Arch Linux dan turunannya (pacman):
sudo pacman -S jdk-openjdk
Sedangkan buat distro Linux lainnya, tinggal sesuaikan saja perintahnya dengan pengelola paket (package manager) masing-masing ya.
2. Instalasi Visual Studio Code
Untuk memasang VS Code, silakan unduh berkas pemasangnya lewat situs resmi unduhan VS Code. Langkah instalasinya baik di Windows maupun Linux tergolong mirip dan sangat mudah diikuti. Cukup pastikan saja format berkas yang kalian unduh sesuai dengan sistem operasi kalian (misalnya .exe buat Windows atau .deb/.rpm buat Linux).
Setelah instalasi beres, jalankan aplikasinya hingga memunculkan tab selamat datang (Welcome page). Layar awal ini menyediakan pintasan cepat buat membuka folder kerja, berkas terbaru, dan menu konfigurasi dasar.
π· Ilustrasi: jendela awal Visual Studio Code yang menampilkan tab selamat datang dan bilah aktivitas di sisi samping.
Sip, tersisa satu langkah krusial lagi nih! π
3. Pasang Ekstensi Pendukung Java
Sebenarnya sampai tahap ini kita udah bisa menulis dan mengompilasi kode Java lewat terminal. Tapi jujur aja, cara manual begitu pasti kerasa merepotkan karena kita harus bolak-balik mengetik perintah kompilasi.
Untungnya, VS Code punya ekosistem ekstensi (extension) yang sangat kaya buat mempermudah hidup kita. Kita tinggal pasang paket kumpulan ekstensi bernama Extension Pack for Java yang berisi sekumpulan perkakas bantu buat mempermudah penulisan, pengujian, dan debugging program Java.
Cara pasangnya gampang banget: silakan klik ikon Extensions yang ada di bagian menu navigasi samping (sidebar) sebelah kiri.
Setelah itu, ketik kata kunci "Java" di dalam kotak pencarian. Di daftar hasil pencarian teratas, kalian bakal melihat paket Extension Pack for Java buatan Microsoft. Klik tombol Install dan tunggu beberapa saat sampai proses pemasangannya selesai.
π· Ilustrasi: panel ekstensi VS Code yang menampilkan paket Extension Pack for Java beserta tombol instalasi.
Setelah ekstensinya siap, sekarang mari kita coba membuat proyek Java pertama kita menggunakan VS Code.
4. Membuat Proyek Java Pertama
Langkah awal untuk memulai proyek baru adalah dengan memanggil fitur command palette. Caranya, tekan kombinasi tombol shortcut Ctrl + Shift + P di keyboard, maka kotak input perintah bakal muncul di bagian atas layar.
Ketikkan kata kunci Java: Create Java Project di kotak tersebut, lalu tekan enter atau klik langsung opsi yang muncul di layar.
π· Ilustrasi: bilah Command Palette di bagian atas VS Code yang menyaring perintah pembuatan proyek Java.
Selanjutnya, kalian bakal diminta memilih jenis proyek yang mau dibuat. Karena kita baru tahap belajar dasar, pilih opsi No build tools buat membuat struktur proyek seminimal mungkin tanpa bantuan pengelola dependensi eksternal. Menu ini juga menyediakan pilihan perkakas lain seperti Maven atau Gradle untuk kebutuhan proyek yang lebih rumit.
π· Ilustrasi: daftar pilihan tipe perkakas bangun proyek Java pada menu dropdown VS Code.
Setelah itu, jendela dialog penyimpanan (pop-up) bakal muncul meminta kalian memilih lokasi folder proyek. Silakan pilih folder di komputer kalian sesuai kebutuhan.
Setelah lokasinya ditentukan, bakal muncul kolom input (text field) kecil buat mengetikkan nama proyek kalian. Ketik nama proyek bebas sesuka hati (misalnya kita beri nama demo), lalu tekan enter.
VS Code bakal otomatis memproses struktur direktori proyek kalian dan langsung membukanya di workspace baru. Di panel samping, susunan berkas proyek akan tertata rapi dari folder utama hingga subfolder kode sumber.
π· Ilustrasi: panel file explorer VS Code yang menampilkan struktur direktori proyek Java beserta folder src dan lib.
Sebagai aturan dasarnya, semua berkas kode Java yang kalian tulis nantinya harus diletakkan di dalam folder src. Di sana, kalian juga bisa melihat berkas bawaan bernama App.java yang berisi kode program penampil teks sederhana.
Untuk menjalankan kodenya, kalian cukup mengklik tombol ikon segitiga (Run) di pojok kanan atas editor. Atau alternatif menariknya, kalian bisa klik teks tombol melayang Run yang terletak manis tepat di atas deklarasi fungsi main.
Ketika kodenya dieksekusi, panel terminal di bagian bawah layar bakal otomatis terbuka dan menampilkan hasil output program kalian.
Hore! π₯³ Sampai tahap ini, seluruh rangkaian konfigurasi Java menggunakan VS Code telah berhasil diselesaikan dengan baik. Sekarang, kalian sudah siap buat mulai petualangan menulis baris kode Java dengan nyaman.
Selamat bersenang-senang dan happy coding! π