June 14, 2026•2 min read

Struktur Kontrol Perulangan (For, While, Do-While), Kapan Harus Dipakai?

Pernah ngerasa capek nulis baris kode yang sama berulang kali? Gimana caranya nyuruh komputer buat ngerjain itu secara otomatis?

Read in English

Poin Penting

  • Looping bikin kode lebih rapi karena mengeksekusi blok kode berulang secara otomatis.
  • Gunakan 'for' kalau kamu udah tahu pasti jumlah iterasinya.
  • Pilih 'while' atau 'do-while' untuk jumlah iterasi yang belum pasti.
  • Berbeda dengan 'while', 'do-while' memastikan kode dieksekusi minimal satu kali.

Pernah nggak nulis baris kode yang sama berulang-ulang? Rasanya pasti capek dan bikin kode kelihatan berantakan.

Nah, di sinilah struktur kontrol perulangan atau looping menyelamatkan hidup programmer. Fitur ini bikin kita bisa mengeksekusi satu blok kode berkali-kali secara otomatis. Kita tinggal tentuin aja syarat dan batasannya.

Ada tiga jenis looping dasar yang wajib dipahami. Kita bahas satu per satu, yuk!

1. Perulangan For

Perulangan for ini masuk kategori counted loop. Artinya, perulangan ini pas banget dipakai kalau kamu udah tahu pasti jumlah iterasinya sejak awal.

Strukturnya juga rapi karena tiga elemen utamanya ditulis dalam satu baris. Ada inisialisasi (nilai awal), kondisi (batasan perulangan), dan increment atau decrement (perubahan nilai).

Di Python, for biasanya dipakai buat jalanin isi sebuah deretan nilai:

PYTHON
for i in range(1, 6):
    print(i)

Kode itu nyetak angka 1 sampai 5, satu angka per baris. Bahasa yang lebih tua nulis ketiga elemennya secara eksplisit, misalnya di C:

C
for (int i = 1; i <= 5; i++) {
    printf("%d\n", i);
}

Hasilnya sama persis. Bedanya cuma di mana kamu naro inisialisasi, kondisi, dan perubahannya.

Tapi ingat, kalau sejak awal kondisinya udah false, blok kode di dalamnya nggak bakal tereksekusi sama sekali alias nol kali jalan.

2. Perulangan While

Beda cerita dengan while. Perulangan ini diklasifikasikan sebagai uncounted loop.

Kamu bisa pakai while kalau jumlah iterasinya belum jelas dan sangat bergantung pada kondisi tertentu yang dinamis. Karakteristik utamanya tuh pengecekan kondisi dilakukan di awal sebelum blok kodenya berjalan.

Biar kelihatan bedanya, contohnya dibikin konkret aja. Misalnya ada saldo 3 yang ditarik satu-satu sampai habis:

PYTHON
saldo = 3
while saldo > 0:
    print("tarik saldo, sisa", saldo - 1)
    saldo = saldo - 1

Keluarnya tiga baris: sisa 2, sisa 1, sisa 0 — lalu berhenti sendiri karena saldo sudah nggak lebih besar dari 0. Perulangan ini kepakai justru waktu kamu nggak tahu di depan berapa kali dia bakal berputar.

Sama seperti for, kalau di awal pengecekan kondisinya udah false, perulangannya bakal langsung berhenti. Eksekusinya juga nol kali.

3. Perulangan Do-While

Perulangan do-while sebenarnya mirip banget sama while dan sama-sama uncounted loop. Bedanya ada di letak pengecekan kondisi.

Kalau di do-while, pengecekan kondisi dilakukan di akhir perulangan. Struktur ini memastikan kodenya dieksekusi minimal satu kali.

Nantinya, setelah jalan sekali, baru deh dicek. Kalau true, lanjut berulang. Kalau false, perulangannya berhenti.

Perbedaan itu kelihatan paling jelas waktu kondisinya sudah false dari awal. Coba bandingin dua potongan C berikut, dijalankan dengan saldo bernilai 0:

C
int saldo = 0;

while (saldo > 0) {
    printf("tarik saldo\n");
    saldo--;
}

do {
    printf("tarik saldo\n");
    saldo--;
} while (saldo > 0);

Versi while nggak nyetak apa pun, versi do-while nyetak satu baris. Itu satu-satunya alasan do-while ada.

Satu catatan: Python nggak punya do-while. Kalau butuh perilaku yang sama, biasanya ditulis while True: lalu keluar pakai break di dalamnya. Bahasa lain punya namanya sendiri — Pascal menyebutnya repeat ... until, dan pengecekannya juga di akhir.

Kesimpulan: Bedanya Apa Sih?

Biar makin gampang ingat, ini perbedaan mendasar ketiganya:

  • Jumlah iterasi: Pakai for kalau udah pasti jumlahnya. Pakai while atau do-while kalau masih nggak menentu.
  • Pengecekan kondisi: for dan while ngecek kondisi di awal, sedangkan do-while ngeceknya di akhir.
  • Eksekusi minimal: for dan while bisa aja nggak tereksekusi sama sekali. Kalau do-while, dijamin pasti jalan minimal satu kali.

Pilih yang mana? Sesuaikan aja sama kebutuhan logikanya buat program kamu!

Get better at shipping code.

Join the other developers getting tech updates, tips, and relaxed tutorials in their inbox every week.

Stay in the loop

Tech updates, coding tips, and relaxed insights straight to your inbox every week.

No spam. Unsubscribe anytime.

Read next

See all

© 2026 Inva.dev.