[{"data":1,"prerenderedAt":179},["ShallowReactive",2],{"site-header":3,"site-footer-license":37,"article-tentang-pemrograman-prosedural-pada-pascal-with-latest":41},{"navigations":4},[5,20],{"collection":6,"item":7},"series",{"__typename":6,"title":8,"slug":9,"children_series":10},"Artikel","all",[11,14,17],{"title":12,"slug":13},"Algoritma dan Struktur Data","algoritma-struktur-data",{"title":15,"slug":16},"Konsep Dasar Pemrograman","konsep-dasar-pemrograman",{"title":18,"slug":19},"Kecerdasan Artifisial","kecerdasan-artifisial",{"collection":6,"item":21},{"__typename":6,"title":22,"slug":23,"children_series":24},"Tutorial","tutorial",[25,28,31,34],{"title":26,"slug":27},"Belajar Java","belajar-java",{"title":29,"slug":30},"Belajar Pascal","belajar-pascal",{"title":32,"slug":33},"Belajar Python","belajar-python",{"title":35,"slug":36},"Belajar Golang","belajar-golang",{"name":38,"url":39,"show":40},"CC BY-SA","https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/",false,{"article":42,"renderedBody":108,"renderedTakeaway":109,"latestArticles":110,"toc":162},{"id":43,"title":44,"slug":45,"excerpt":46,"published_at":47,"thumbnail_image":48,"tags":50,"reading_time":55,"takeway":56,"body":57,"authors":58,"series":64},"77","Tentang Pemrograman Prosedural pada Pascal","tentang-pemrograman-prosedural-pada-pascal","Pemrograman peosedural merupakan salah satu paradigma pemrograman dimana beberapa perintah digabungkan menjadi satu dalam sebuah prosedur.","2021-04-13T12:44:49.000Z",{"id":49},"ed098695-35de-42a9-9a45-5de92ecc1ad6",[51,52,53,54],"pascal","pemrograman","prosedur","konsep",3,null,"Pada kesempatan kali ini, kita telah sampai pada konsep **pemrograman prosedural** pada Pascal, yaitu ketika suatu masalah kompleks dipecah menjadi beberapa masalah yang lebih sederhana.\n\nMasalah yang dipecah menjadi lebih sederhana ini dinamakan dengan istilah **sub program**. Setiap sub program memiliki tugas yang sederhana dan spesifik untuk selanjutnya disatukan menjadi program yang utuh.\n\n## Apa itu Pemrograman Prosedural?\n\nPemrograman prosedural merupakan salah satu **paradigma pemrograman** di mana beberapa perintah **digabungkan** menjadi satu dalam sebuah **prosedur** untuk menyelesaikan masalah yang **spesifik**. Alih-alih menuliskan semua instruksi menumpuk di program utama, alur kerja dipecah ke dalam beberapa modul prosedur terpisah.\n\n> 📷 *Ilustrasi: diagram blok alur program utama yang terbagi menjadi pemanggilan beberapa modul prosedur independen.*\n\n- - -\n\nContoh prosedur sederhana pada kehidupan sehari-hari adalah ketika kita ingin membuat **roti oles selai**. Kurang lebih deperti ini.\n\n1. Siapkan selai dan roti tawar\n2. Oleskan selai diatas roti dan ratakan\n3. Roti selai siap disantap\n\nSimpel ya cuma 3 langkah. Walaupun nanti prakteknya tidak akan sesimpel itu. Mungkin kejadian aslinya akan seperti ini.\n\n1. Pergi ke supermarket membeli roti dan selai\n2. Pulang ke rumah\n3. Membuka bungkus roti dan bungkus selai\n4. Meletakkan roti diatas nampan\n5. Mengambil sendok atau pisau roti\n6. Mengambil selai menggunakan sendok atau pisau roti\n7. Mengoleskan selai di atas roti\n8. Meratakan selai\n9. Menutup bungkus selai dan roti\n10. Mengambil roti selai dengan tangan\n11. Membuka mulut\n12. Memasukkan roti ke dalam mulut\n\nWah panjang 🙄\n\n- - -\n\n3 prosedur yang disebutkan di awal seharusnya sudah cukup untuk membuat roti selai. 12 langkah selanjutnya hanya merupakan penjabarannya saja.\n\nJika ke 12 langkah tersebut dikelompokkan sesuai tujuan spesifiknya maka akan dihasilkan prosedur berupa 3 langkah seperti yang disebutkan di awal.\n\nCoba bayangkan jika semua buku resep menuliskan langkah spesifik yang panjang, bisa-bisa buku sejarah jadi kalah tebal. Begitu pula kode program, bisa jadi sangat panjang sehingga sulit dibaca.\n\nDengan adanya pemrograman prosedural, langkah-langkah panjang akan dikelompokkan sesuai tujuannya sehingga kode bisa lebih mudah dibaca.\n\n## Pemrograman Prosedural pada Pascal\n\nPascal merupakan salah satu bahasa pemrograman [prosedural](https://en.wikipedia.org/wiki/Procedural_programming). Sebagai bahasa pemrograman **prosedural**, Pascal memiliki cara untuk memecah masalah kompleks menjadi sederhana dalam beberapa **sub program**.\n\nSub program pada pascal dapat berupa PROCEDURE maupun FUNCTION.\n\n### Procedure\n\nPROCEDURE merupakan sub program pada pascal yang berfungsi untuk menjalankan kumpulan langkah-langkah tanpa mengembalikan nilai.\n\nBeberapa contoh PROCEDURE yang sudah sering kita pakai adalah `CLRSCR`, `WRITELN`, `READLN`, `WRITE`, dan `READ`.\n\nWalaupun prosedur tersebut terlihat simpel (sekedar input dan output), sebenarnya dibalik layar ada banyak operasi yang terjadi.\n\nUntuk pembahasan lebih lanjut akan kita bahas pada kesempatan [selanjutnya](https://invasikode.com/procedure-pascal/).\n\n### Function\n\nSelanjutnya ada FUNCTION. Sub program yang satu ini sama seperti Procedure, tetapi memiliki kemampuan untuk mengembalikan suatu nilai. Sehingga dapat digunakan pada operasi [assignment](https://invasikode.com/tipe-data-pascal/#Memberi_Nilai_pada_Variable).\n\nContoh FUNCTION yang sudah tersedia pada pascal adalah `ABS` untuk mencari nilai mutlak, `SQRT` untuk mencari akar bilangan, dan `SQR` untuk mengkuadratkan bilangan.\n\n```pascal\n// x bernilai 2 (akar 4 = 2)\nx := sqrt(4);\n// y bernilai 9 (|-9| = 9)\ny := abs(-9);\n```\n\nUntuk pembahasan lebih lanjut akan kita bahas pada kesempatan lain.\n\n## Penutup\n\nCukup sekian untuk perkenalan dengan pemrograman prosedural pada Pascal. Semoga bermanfaat 😊\n\nPada kesempatan selanjutnya kita akan membahas lebih lanjut tentang [PROCEDURE pada Pascal](https://invasikode.com/procedure-pascal/).\n\nSee ya...",[59],{"authors_id":60},{"name":61,"slug":62,"role":63,"profile_picture":56},"Daffa Izzuddin","izzudd","Writer",{"id":65,"title":66,"slug":67,"articles":68,"parent_series":90},"26","Pemrograman Prosedural","pascal-pemrograman-prosedural",[69,72,81],{"id":43,"title":44,"slug":45,"excerpt":46,"thumbnail_image":70,"tags":71},{"id":49},[51,52,53,54],{"id":73,"title":74,"slug":75,"excerpt":76,"thumbnail_image":77,"tags":79},"78","Penggunaan dan Penulisan PROCEDURE pada Pascal","penggunaan-dan-penulisan-procedure-pada-pascal","Bagian utama dari sebuah PROCEDURE adalah nama dan tubuh PROCEDURE. Ada juga bagian opsional yaitu parameter dan deklarasi lokal.",{"id":78},"8e0a8b3a-8158-45d7-837e-cb0d74f59d08",[51,53,80],"sub-program",{"id":82,"title":83,"slug":84,"excerpt":85,"thumbnail_image":86,"tags":88},"79","Penggunaan dan Penulisan FUNCTION pada Pascal","penggunaan-dan-penulisan-function-pada-pascal","Sub program yang tidak mengembalikan nilai dinamakan PROCEDURE, sedangkan yang mengembalikan nilai dinamakan FUNCTION.",{"id":87},"b81e26a6-f8e9-4fc4-bb89-02d9bad60cb0",[51,89,80],"fungsi",{"id":91,"title":29,"slug":30,"parent_series":92,"children_series":94},"14",{"id":93,"title":22,"slug":23,"parent_series":56},"1",[95,99,103,107],{"id":96,"title":97,"slug":98,"cover_image":56},"23","Berkenalan dengan Bahasa Pascal","pascal-intro",{"id":100,"title":101,"slug":102,"cover_image":56},"24","Struktur Kontrol","pascal-struktur-kontrol",{"id":104,"title":105,"slug":106,"cover_image":56},"25","Tipe Data Bentukan","pascal-tipe-data-bentukan",{"id":65,"title":66,"slug":67,"cover_image":56},"\u003Cp>Pada kesempatan kali ini, kita telah sampai pada konsep \u003Cstrong>pemrograman prosedural\u003C/strong> pada Pascal, yaitu ketika suatu masalah kompleks dipecah menjadi beberapa masalah yang lebih sederhana.\u003C/p>\n\u003Cp>Masalah yang dipecah menjadi lebih sederhana ini dinamakan dengan istilah \u003Cstrong>sub program\u003C/strong>. Setiap sub program memiliki tugas yang sederhana dan spesifik untuk selanjutnya disatukan menjadi program yang utuh.\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"apa-itu-pemrograman-prosedural\">Apa itu Pemrograman Prosedural?\u003C/h2>\n\u003Cp>Pemrograman prosedural merupakan salah satu \u003Cstrong>paradigma pemrograman\u003C/strong> di mana beberapa perintah \u003Cstrong>digabungkan\u003C/strong> menjadi satu dalam sebuah \u003Cstrong>prosedur\u003C/strong> untuk menyelesaikan masalah yang \u003Cstrong>spesifik\u003C/strong>. Alih-alih menuliskan semua instruksi menumpuk di program utama, alur kerja dipecah ke dalam beberapa modul prosedur terpisah.\u003C/p>\n\u003Cblockquote>\n\u003Cp>📷 \u003Cem>Ilustrasi: diagram blok alur program utama yang terbagi menjadi pemanggilan beberapa modul prosedur independen.\u003C/em>\u003C/p>\n\u003C/blockquote>\n\u003Chr>\n\u003Cp>Contoh prosedur sederhana pada kehidupan sehari-hari adalah ketika kita ingin membuat \u003Cstrong>roti oles selai\u003C/strong>. Kurang lebih deperti ini.\u003C/p>\n\u003Col>\n\u003Cli>Siapkan selai dan roti tawar\u003C/li>\n\u003Cli>Oleskan selai diatas roti dan ratakan\u003C/li>\n\u003Cli>Roti selai siap disantap\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\u003Cp>Simpel ya cuma 3 langkah. Walaupun nanti prakteknya tidak akan sesimpel itu. Mungkin kejadian aslinya akan seperti ini.\u003C/p>\n\u003Col>\n\u003Cli>Pergi ke supermarket membeli roti dan selai\u003C/li>\n\u003Cli>Pulang ke rumah\u003C/li>\n\u003Cli>Membuka bungkus roti dan bungkus selai\u003C/li>\n\u003Cli>Meletakkan roti diatas nampan\u003C/li>\n\u003Cli>Mengambil sendok atau pisau roti\u003C/li>\n\u003Cli>Mengambil selai menggunakan sendok atau pisau roti\u003C/li>\n\u003Cli>Mengoleskan selai di atas roti\u003C/li>\n\u003Cli>Meratakan selai\u003C/li>\n\u003Cli>Menutup bungkus selai dan roti\u003C/li>\n\u003Cli>Mengambil roti selai dengan tangan\u003C/li>\n\u003Cli>Membuka mulut\u003C/li>\n\u003Cli>Memasukkan roti ke dalam mulut\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\u003Cp>Wah panjang 🙄\u003C/p>\n\u003Chr>\n\u003Cp>3 prosedur yang disebutkan di awal seharusnya sudah cukup untuk membuat roti selai. 12 langkah selanjutnya hanya merupakan penjabarannya saja.\u003C/p>\n\u003Cp>Jika ke 12 langkah tersebut dikelompokkan sesuai tujuan spesifiknya maka akan dihasilkan prosedur berupa 3 langkah seperti yang disebutkan di awal.\u003C/p>\n\u003Cp>Coba bayangkan jika semua buku resep menuliskan langkah spesifik yang panjang, bisa-bisa buku sejarah jadi kalah tebal. Begitu pula kode program, bisa jadi sangat panjang sehingga sulit dibaca.\u003C/p>\n\u003Cp>Dengan adanya pemrograman prosedural, langkah-langkah panjang akan dikelompokkan sesuai tujuannya sehingga kode bisa lebih mudah dibaca.\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"pemrograman-prosedural-pada-pascal\">Pemrograman Prosedural pada Pascal\u003C/h2>\n\u003Cp>Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman \u003Ca href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Procedural_programming\">prosedural\u003C/a>. Sebagai bahasa pemrograman \u003Cstrong>prosedural\u003C/strong>, Pascal memiliki cara untuk memecah masalah kompleks menjadi sederhana dalam beberapa \u003Cstrong>sub program\u003C/strong>.\u003C/p>\n\u003Cp>Sub program pada pascal dapat berupa PROCEDURE maupun FUNCTION.\u003C/p>\n\u003Ch3 id=\"procedure\">Procedure\u003C/h3>\n\u003Cp>PROCEDURE merupakan sub program pada pascal yang berfungsi untuk menjalankan kumpulan langkah-langkah tanpa mengembalikan nilai.\u003C/p>\n\u003Cp>Beberapa contoh PROCEDURE yang sudah sering kita pakai adalah \u003Ccode>CLRSCR\u003C/code>, \u003Ccode>WRITELN\u003C/code>, \u003Ccode>READLN\u003C/code>, \u003Ccode>WRITE\u003C/code>, dan \u003Ccode>READ\u003C/code>.\u003C/p>\n\u003Cp>Walaupun prosedur tersebut terlihat simpel (sekedar input dan output), sebenarnya dibalik layar ada banyak operasi yang terjadi.\u003C/p>\n\u003Cp>Untuk pembahasan lebih lanjut akan kita bahas pada kesempatan \u003Ca href=\"https://invasikode.com/procedure-pascal/\">selanjutnya\u003C/a>.\u003C/p>\n\u003Ch3 id=\"function\">Function\u003C/h3>\n\u003Cp>Selanjutnya ada FUNCTION. Sub program yang satu ini sama seperti Procedure, tetapi memiliki kemampuan untuk mengembalikan suatu nilai. Sehingga dapat digunakan pada operasi \u003Ca href=\"https://invasikode.com/tipe-data-pascal/#Memberi_Nilai_pada_Variable\">assignment\u003C/a>.\u003C/p>\n\u003Cp>Contoh FUNCTION yang sudah tersedia pada pascal adalah \u003Ccode>ABS\u003C/code> untuk mencari nilai mutlak, \u003Ccode>SQRT\u003C/code> untuk mencari akar bilangan, dan \u003Ccode>SQR\u003C/code> untuk mengkuadratkan bilangan.\u003C/p>\n\n\u003Cdiv class=\"code-block-wrapper my-6 not-prose rounded-xl border-2 border-black dark:border-gray-600 shadow-neo overflow-hidden bg-[#24292e] text-[#e1e4e8] transition-all\">\n  \u003Cdiv class=\"code-block-header flex items-center justify-between px-4 py-2.5 bg-[#1f2428] border-b-2 border-black dark:border-gray-600 font-mono text-xs font-bold text-gray-300 select-none\">\n    \u003Cdiv class=\"flex items-center gap-2\">\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#ff5f56] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#ffbd2e] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#27c93f] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"ml-2 font-mono font-bold text-xs uppercase tracking-wider text-gray-300\">PASCAL\u003C/span>\n    \u003C/div>\n    \u003Cbutton type=\"button\" class=\"copy-code-btn flex items-center gap-1.5 px-3 py-1 text-xs font-bold bg-[#2f363d] text-gray-200 border-2 border-black dark:border-gray-500 rounded-lg shadow-neo-sm hover:translate-x-0.5 hover:translate-y-0.5 hover:shadow-none hover:bg-gray-700 transition-all cursor-pointer\" data-code=\"%2F%2F%20x%20bernilai%202%20(akar%204%20%3D%202)%0Ax%20%3A%3D%20sqrt(4)%3B%0A%2F%2F%20y%20bernilai%209%20(%7C-9%7C%20%3D%209)%0Ay%20%3A%3D%20abs(-9)%3B\" title=\"Salin kode\">\n      \u003Csvg class=\"w-3.5 h-3.5 copy-icon-svg\" fill=\"none\" stroke=\"currentColor\" viewBox=\"0 0 24 24\">\n        \u003Cpath stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\" stroke-width=\"2\" d=\"M8 16H6a2 2 0 01-2-2V6a2 2 0 012-2h8a2 2 0 012 2v2m-6 12h8a2 2 0 002-2v-8a2 2 0 00-2-2h-8a2 2 0 00-2 2v8a2 2 0 002 2z\">\u003C/path>\n      \u003C/svg>\n      \u003Cspan class=\"copy-text\">Copy\u003C/span>\n    \u003C/button>\n  \u003C/div>\n  \u003Cdiv class=\"code-block-content p-4 overflow-x-auto text-sm font-mono leading-relaxed bg-[#24292e]\">\n    \u003Cpre class=\"shiki github-dark\" style=\"background-color:#24292e;color:#e1e4e8\">\u003Ccode>// x bernilai 2 (akar 4 = 2)\nx := sqrt(4);\n// y bernilai 9 (|-9| = 9)\ny := abs(-9);\u003C/code>\u003C/pre>\n  \u003C/div>\n\u003C/div>\u003Cp>Untuk pembahasan lebih lanjut akan kita bahas pada kesempatan lain.\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"penutup\">Penutup\u003C/h2>\n\u003Cp>Cukup sekian untuk perkenalan dengan pemrograman prosedural pada Pascal. Semoga bermanfaat 😊\u003C/p>\n\u003Cp>Pada kesempatan selanjutnya kita akan membahas lebih lanjut tentang \u003Ca href=\"https://invasikode.com/procedure-pascal/\">PROCEDURE pada Pascal\u003C/a>.\u003C/p>\n\u003Cp>See ya...\u003C/p>\n","",[111,124,139,151],{"id":112,"title":113,"slug":114,"excerpt":115,"thumbnail_image":116,"tags":118},"46","Mengapa C Mulai Ditinggalkan: Duel Filosofi Keamanan Rust vs Kesederhanaan Zig","mengapa-c-mulai-ditinggalkan-duel-filosofi-rust-vs-zig","Pernah denger kalau sekitar 70% celah keamanan kritis software modern itu asalnya dari bahasa C? Iya, bahasa yang udah jadi fondasi internet ini 😅. Yuk, kita bedah duel filosofi Rust vs Zig dan cari tahu mana yang pas buat proyek kalian!",{"id":117},"1942a5c9-c1f6-476d-9913-768f78d9d8eb",[119,120,121,122,123],"system-programming","rust","zig","c","memory-safety",{"id":125,"title":126,"slug":127,"excerpt":128,"thumbnail_image":129,"tags":131},"45","Rate Limiting Algorithms: Token Bucket vs Leaky Bucket vs Sliding Window","rate-limiting-algorithms-token-bucket-leaky-bucket-sliding-window","Udah tahu kenapa *rate limiting* itu wajib, tapi masih bingung beda Token Bucket, Leaky Bucket, Fixed Window, dan Sliding Window? Yuk, kita adu empat algoritma ini bareng-bareng dan cari tahu mana yang paling pas buat API kalian!",{"id":130},"0e0ed26d-20c6-443c-bde1-4a6200f6f801",[132,133,134,135,136,137,138],"backend","system-design","rate-limiting","redis","api-gateway","architecture","traffict-management",{"id":140,"title":141,"slug":142,"excerpt":143,"thumbnail_image":144,"tags":146},"44","Transactional Outbox Pattern: Solusi Konsistensi Database dan Message Broker Tanpa 2PC","transactional-outbox-pattern-konsistensi-database-message-broker","Pernah nggak kalian lihat pesanan udah masuk database, tapi email konfirmasinya nggak pernah kekirim? Itu gejala *dual-write problem*. Yuk, kita bedah Transactional Outbox Pattern biar data dan *event* kalian nggak lagi berselisih paham!",{"id":145},"e3c617fd-1486-4b82-b937-94fbec846c77",[132,147,137,148,149,133,150],"microservices","database","message-broker","postgresql",{"id":152,"title":153,"slug":154,"excerpt":155,"thumbnail_image":156,"tags":158},"43","Dead Letter Queue (DLQ) & Retry Policy: Menyelamatkan Pesan Nyasar di RabbitMQ Tanpa Bikin Worker Macet","dead-letter-queue-retry-policy-rabbitmq-resilient-messaging","Pernah nggak sih, *worker* kalian nolak satu pesan terus-terusan sampai CPU melonjak 100%? Itu namanya *poison message loop*, jebakan klasik di RabbitMQ. Yuk, kita bahas cara pasang *retry policy* dan *dead letter queue* yang bener!",{"id":157},"6c0a7ead-4841-4073-b29e-df7ae0f2aa3c",[159,149,132,137,147,160,161],"rabbitmq","async","python",[163,167,170,173,176],{"text":164,"depth":165,"id":166},"Apa itu Pemrograman Prosedural?",2,"apa-itu-pemrograman-prosedural",{"text":168,"depth":165,"id":169},"Pemrograman Prosedural pada Pascal","pemrograman-prosedural-pada-pascal",{"text":171,"depth":55,"id":172},"Procedure","procedure",{"text":174,"depth":55,"id":175},"Function","function",{"text":177,"depth":165,"id":178},"Penutup","penutup",1791045067002]